Jum'at, 21 Desember 2012
Beberapa hari ini kegalauan menimpa gue, die...
Do you know die? gue menumpahkan air mata malam-malam kemarin, terasa gue sangat lemaaaahh selemah-lemahnya. Karena apa?
Karena merasa sendiri, diantara kegalauan gue dengan berbagai masalah hidup, kuliah, dan organisasi. Ketika dua saudara gue menghilang untuk sejenak (padahal buat tugas), dan merasa dicampakkan, tidak dibiarkan bersandar pada orang yang biasa gue bersandar. Saat itu gue merasa jatuh, dan sakit. Sehingga tanpa gue perintah, air mata keluar begitu saja.
Cengeng ya? Mungkin memang iya, tapi beberapa jam kemudian gue merasa lebih kuat dari biasanya. Gue bertekad untuk mandiri. Gue bertekad buat fokus pada tugas-tugas gue. Gue bertekad untuk tetap tabah sampai akhir, sampai gue bisa memetik kebahagiaan dengan tangan gue sendiri. Melangkah menuju puncaknya dengan kaki gue sendiri.
Tapi, die. Ada sepotong hati yang baru disini. Gue YAKIN ini nggak boleh terjadi!!
Gini die, kadang gue bisa mengingat beberapa kejadian dalam hidup gue yang entah kenapa, meskipun sudah bertahun-tahun, gue selalu terkenang. Seperti kata lagu Bimbang, pada syairnya yang mengatakan "Pertama kali aku tergugah, dalam setiap kata yang kau ucap...."
Bagi gue, hal-hal yang bisa ingat itu adalah hal-hal spesial yang membuat gue tergugah, saat itu, saat ini dan saat-saat di masa depan. Dan gue mengingatnya, Die. Pertama kali gue melihat dia, kata-katanya. Dan dalam perjalanan gue disini, dia hampir selalu ada mendampingi.
Jadi die, gue nggak meyakini kalau ini sebuah rasa yang berbeda selain rasa kasih sayang biasa, seperti saudara. Hanya itu. Karena sesungguhnya gue merasa telah lelah dengan cerita cinta lalu yang berakhir menyedihkan. Jadi, gue udah hampir nggak percaya. Gue kapok die! Mending gue menunggu seseorang yang bakal Allah berikan buat gue. Mending gue fokus sama kuliah gue, mendingan gue terus berkarya di mapala gue, mapala gue yang tercinta.
Tapi die, sepiiiiiii... Dan kesepian itu selalu menyiksa. Gue sadar, gue punya Tuhan, Allah, yang selalu menaburkan kasih sayang-Nya dimanapun gue berada. Die, seandainya lo adalah sesuatu yang bisa membuat gue tersenyum dengan kata dan gurauan. Seandainya lo adalah sesuatu yang bisa mengusap air mata gue ketika gue menangis. Seandainya lo adalah sesuatu yang bisa menggenggam tangan gue ketika gue merasa sendiri dan takut. Seandainya lo adalah sesuatu yang bisa buat gue bersandar.
Dan berjuta seandainya yang bisa membuat gue merasakan berjuta perasaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar