Minggu, 06 Januari 2013

Mimpi

Ada mitos yang mengatakan,  jika kita memimpikan seseorang berarti orang itu merindukan kita. Hari ini aku menyadari bahwa itu semua terbalik. Seharusnya kita merindukan orang itu, karena saking rindunya sampai terbawa ke alam mimpi.
Bagaimana bisa sepert itu? Tentu saja bisa! Karena kekuatan rasa yang begitu mempengaruhinya. Menurut wikipedia Indonesia mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep). Jadi, ketika pikiran kita tertuju pada satu orang yang kita rindukan, ia muncul dalam mimpi tersebut. Karena sesungguhnya perasaan rindu melahirkan sebuah khayalan yang melibatkan penglihatan, pikiran, perasaan bahkan indera lainnya.Seperti mimpi, dan akhirnya tertuang dalam mimpi tersebut.
Semua mimpi kita ada hubungannya dengan berbagai macam emosi yang kita rasakan. Bahkan, sesuatu yang ada di luar diri kita (bukan emosi)-pun dapat mempengaruhi mimpi kita. Misalnya rasa lapar, kedinginan, kebelet pipis, dan lain sebagainya. Ketika sedang tidur selimut kita terlepas, bisa jadi di alam mimpi kita sedang bermimpi ada di gunung es yang dingin. Atau di alam mimpi berhasrat ingin buang air kecil, padahal di alam sebenarnya memang kita berhasrat ingin buang air kecil. Juga, bisa jadi mimpi-mimpi kita berasal dari pengalaman-pengalaman kita hari ini.
Namun, tetaplah mimpi hanyalah bunga tidur. Seindah apapun mimpi, ketika kamu bangun, kamu akan sadar kalau itu hanyalah mimpi. Dan akan terus menjadi mimpi jika kamu tak membuatnya menjadi nyata. Namun, selamat bermimpi. Karena hidup berawal dari mimpi.
J



Tidak ada komentar:

Posting Komentar