Ada mitos yang mengatakan, jika kita memimpikan seseorang berarti orang itu
merindukan kita. Hari ini aku menyadari bahwa itu semua terbalik. Seharusnya kita
merindukan orang itu, karena saking rindunya sampai terbawa ke alam mimpi.
Bagaimana bisa sepert itu? Tentu saja bisa! Karena kekuatan
rasa yang begitu mempengaruhinya. Menurut wikipedia Indonesia mimpi adalah pengalaman bawah sadar
yang melibatkan penglihatan, pendengaran,
pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur,
terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM
sleep). Jadi, ketika pikiran kita tertuju pada satu orang yang kita rindukan,
ia muncul dalam mimpi tersebut. Karena sesungguhnya perasaan rindu melahirkan sebuah
khayalan yang melibatkan penglihatan, pikiran, perasaan bahkan indera lainnya.Seperti
mimpi, dan akhirnya tertuang dalam mimpi tersebut.
Semua mimpi kita ada hubungannya
dengan berbagai macam emosi yang kita rasakan. Bahkan, sesuatu yang ada di luar
diri kita (bukan emosi)-pun dapat mempengaruhi mimpi kita. Misalnya rasa lapar,
kedinginan, kebelet pipis, dan lain sebagainya. Ketika sedang tidur selimut
kita terlepas, bisa jadi di alam mimpi kita sedang bermimpi ada di gunung es
yang dingin. Atau di alam mimpi berhasrat ingin buang air kecil, padahal di
alam sebenarnya memang kita berhasrat ingin buang air kecil. Juga, bisa jadi
mimpi-mimpi kita berasal dari pengalaman-pengalaman kita hari ini.
Namun,
tetaplah mimpi hanyalah bunga tidur. Seindah apapun mimpi, ketika kamu bangun,
kamu akan sadar kalau itu hanyalah mimpi. Dan akan terus menjadi mimpi jika
kamu tak membuatnya menjadi nyata. Namun, selamat bermimpi. Karena hidup
berawal dari mimpi.
J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar